Bergabung di Chanel Telegram Untuk Dapat Update terbaru !

Jejak Pendapat Menuju New Normal Pendidikan SMK

OPS BUKAL - Dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease (COVID-19), Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) mengimbau penyelenggaran kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring. Pegawai, guru, dan dosen juga diimbau untuk melakukan aktivitas bekerja, mengajar atau memberi kuliah dari rumah (Bekerja Dari Rumah/BDR). 
Jejak Pendapat Menuju New Normal Pendidikan SMK

Mendikbud mengajak semua pihak bergotong royong menghadirkan solusi menghadapi pandemi COVID 19. Perubahan pola pembelajaran yang mendadak tidak mudah dilakukan. Muncul kendala-kendala yang timbul selama pola pembelajaran tersebut dilaksanakan.

Kini, setelah dua bulan lebih sejak imbauan tersebut disampaikan, Pemerintah akan memberlakukan gagasan “new normal” sebagai babak baru dalam menyikapi wabah COVID-19, tidak terkecuali Pendidikan SMK.

Rencana itu pun menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, Direktorat SMK berinisiatif mengadakan survei untuk mengetahui pandangan orang tua, guru, dan siswa SMK terhadap rencana pembukaan sekolah tersebut.

Kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i serta Adik-Adik SMK mengisi kuisioner ini akan menjadi masukan yang sangat berharga untuk Kemendikbud dalam mengambil kebijakan “New Normal”. Kuisioner dapat diisi melalui tautan https://s.id/newnormalsmk

Pengisian kuisioner paling lambat tanggal 4 Juni 2020 

Terima kasih atas masukan dan kerjasama Bapak/Ibu/Saudara/i serta Adik-Adik SMK . Semoga langkah kita menuju “New Normal” dimudahkan..Amien

Salam SMK Bisa SMK Hebat
Direktorat SMK, Ditjen Pendidikan Vokasi

#SMKBisa 
#SMKHebat 
#NewNormal 
#IndonesiaMaju 
#KamiVokasi

Mau donasi lewat mana?

-----
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol disamping.
Operator Sekolah, Opreker, Blogger

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai Postingan.
Komentar yang anda berikan adalah tanggapan pribadi,
kami berhak menghapus semua komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA. Terima kasih.

Tandai Beri tahu saya untuk mendapatkan informasi balasan.